Rabu , 20 September 2017
Beranda / Artikel / DARI BURUH MENJADI PENGUSAHA INDUSTRI KREATIF BATIK

DARI BURUH MENJADI PENGUSAHA INDUSTRI KREATIF BATIK

September 2015

Solichul H.A. Bakri
Koperasi Batik BATARI, Surakarta

Suka atau tidak, kerajinan Batik itu identik dengan budaya Indonesia, hal ini sudah tak terbantahkan dan kenyataan ini diperkuat dengan ketetapan formal UNESCO yang memperkuat hal tersebut.

Kerajinan batik bagi masyarakat daerah Jawa Tengah khususnya daerah Solo dan sekitar, bukanlah sesuatu yang asing, untuk itulah diberbagai kalangan masyarakat merasa mampu membuat batik dan berkreasi dengan produk batik. Padahal menjadi UMKM/pengusaha batik ternyata tidak semudah bayangan kebanyakan masyarakat tersebut.

Kondisi UMKM di Jawa Tengah berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM provinsi Jawa Tengah, jumlah UMKM sebanyak 70.222 yang terdiri dari dari: produksi/non pertanian 23.374 unit, pertanian 10.097 unit, perdagangan 28.362 unit, jasa 8.389 unit, penyerapan tenaga kerja 293.362 orang, asset 5.266 milyar, omzet 14.476 milyar. Perkembangan yang nyata pada UMKM pada tahun 2011-2012 jumlah UMKM meningkat 14.75%, produksi/non pertanian 11,97%, pertanian 31.15%, pedagangan 13.02%, jasa 8.66%, penyerapan tenaga kerja 17.81%, asset 29.43% dan omzet 31.06%.

Salahsatu masalah di sejumlah UMKM di kota-kota besar, yaitu tenaga kerja. UMKM terancam tidak dapat mengembangkan usahanya, karena UMKM kesulitan dalam upaya untuk merekrut tenaga kerja untuk mendukung kegiatan produksi (Suara Merdeka, 2013, pada tanggal 30 April 2013).

Keberhasilan seseorang menjadi pengrajin dan pengusaha batik, ternyata bisa bermula dengan berbagai cara, ada yang sekedar meneruskan dan menjalankan usaha batik keluarga yang sudah turun menurun. Tetapi sebaliknya, bukan merupakan jaminan bahwa setiap keturunan usahawan batik akan mampu menjadi pengusaha batik yang sukses. Bisa juga berusaha dibidang batik karena kepepet, karena ketidak sengajaan, malah ada beberapa pengusaha batik sukses yang memulai usahanya sebagai buruh/pekerja batik.

Untuk itulah kajian perihal pertumbuhan pengusaha industri batik dan kisah suksesnya menarik untuk dilakukan.

Download Naskah

Cek Tulisan Berikut

Manajemen Risiko Kelelahan : Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

Secara historis telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, meski tidak secara khusus untuk mengendalaikan kelelahan. …