Minggu , 19 November 2017
Beranda / Artikel / Kancing Baju Jenis Ceples, Paling Praktis untuk Lansia, Telaah di Pusat Kegiatan Lansia ‘Aisyiyah-Solo’

Kancing Baju Jenis Ceples, Paling Praktis untuk Lansia, Telaah di Pusat Kegiatan Lansia ‘Aisyiyah-Solo’

Solichul Hadi Achmad Bakri

Mahasiswa Magister Pascasarjana Program Studi Ergonomi Fisiologi Kerja,
Universitas Udayana – Bali. E-mail: shadibakri@uniba.ac.id

Abstrak

Berumur panjang menjadi harapan banyak orang, tetapi memiliki umur panjang dan dapat beraktivitas secara mandiri, tentunya lebih menyenangkan. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat umum di Indonesia, berdampak terhadap peningkatan prosentase lansia (lanjut usia) dari tahun ke tahun. Tetapi di sisi lain banyak peralatan dan asesories pakaian yang kurang memperhatikan batasan kemampuan dan kebolehan lansia. Observasi kesesuain kancing baju ini, dilakuan terhadap 9 lansia penghuni Pusat Kegiatan Lansia ‘Aisyiyah-Solo. Diawali dengan pengukuran antropometri, pengukuran mikroklimat, kesan/respon fisiologis dan pengukuran waktu pasang dan buka uji coba penggunaan sepuluh macam kancing. Adapun hasil yang diperoleh dalam observasi adalah: (1) kancing baju bewarna cerah lebih menarik selera responden, (2) di siang hari pada saat observasi dilakukan, suhu kering antara 28,7-30,0 0C, suhu basah 21,2-21,4 0C, dan indeks suhu bola basah (ISBB) 23,6-24,4 OC, (3) kancing yang dirasa paling nyaman dan sesuai dengan selera responden, berbentuk jamur dengan warna merah cerah (16 %), (4) kancing yang membutuhkan waktu buka dan pasang terlama, type A (3,26 menit), (5) type J, bentuk ceplesan memiliki tingkat kepraktisan tertinggi dan waktu tersingkat dalam buka dan pasang (1,37 menit). Perancangan perkakas dengan pendekatan SHIP (‘sistemic, holistic, inter discipliner & partisipatory’) diperlukan bagi lansia Indonesia di waktu mendatang.

Kata kunci : Lansia, kancing baju, ergonomis.

 

Download Naskah

Cek Tulisan Berikut

Manajemen Risiko Kelelahan : Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

Secara historis telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, meski tidak secara khusus untuk mengendalaikan kelelahan. …