Minggu , 22 Oktober 2017
Beranda / Artikel / PEMASANGAN RAILLING KAMAR MANDI MENINGKATKAN KENYAMANAN LANSIA DI PUSAT KEGIATAN LANSIA ‘AISYIYAH, SURAKARTA

PEMASANGAN RAILLING KAMAR MANDI MENINGKATKAN KENYAMANAN LANSIA DI PUSAT KEGIATAN LANSIA ‘AISYIYAH, SURAKARTA

SOLICHUL HADI A. BAKRI

Jurusan Teknik Industri, Universitas Muhammadiyah Surakarta
E-mail: shadibakri@uniba.ac.id

A B S T R A K

Perkembangan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mengarah kepada gray population. Berdasarkan survey pendahuluan, ternyata ditemukan masalah-masalah yang menimpa lansia di daerah sekitar tempat tinggalnya, terutama pada daerah kamar mandi. Masalah ergonomi tersebut antara lain disebabkan karena ukuran fasilitas dan alat sanitair kamar mandi tidak sesuai dengan ukuran dan fungsi tubuh lansia pemakainya; pilihan bahan dan tata letak kamar mandi tidak mempertimbangkan batasan kemampuan lansia. Pada penelitian ini diteliti pengaruh penggunaan railling di kamar mandi.
Studi ergonomi ini dilakukan di Pusat Kegiatan Lansia ‘Aisyiyah Surakarta. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 13 wanita lansia dengan rentangan umur antara 64-79 tahun. Penelitian ini mempergunakan rancangan sama subjek (treatment by subjects). Perlakuan 1 (P1) yaitu lansia beraktivitas personal hiegyne pada kamar mandi setelah dilakukan pemasangan pegangan tangan (railling). Sedangkan kelompok kontrol (P0) yaitu aktivitas lansia pada kamar mandi keadaan mula yaitu ruangan tanpa mempergunakan pegangan tangan. Variabel tergantung yang diteliti adalah kenyamanan lansia yang terdiri dari parameter kemandirian dan kelegaan dalam penggunaan kamar mandi. Untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia, dipergunakan check list pengamatan dengan 2 skala Likert pada observasi lapangan, foto dan rekaman closed-circuit TV. Begitu juga untuk kelegaan dilakukan wawancara dengan kuesioner kelegaan 2 skala Likert. Selanjutnya seluruh data hasil penelitian diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov, sedang kemaknaan antara kedua perlakuan dengan uji t-paired pada tingkat kemaknaan ( = 0,05).
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: rerata skor kemandirian pada P0 sebesar 4,00 + 1,08, dan untuk kelegaan 6,54 + 1,13. Sedangkan pada P1 sebesar 5,00 + 1,35 pada kemandirian dan 9,23 + 1,09 untuk kelegaan. Dengan dilakukannya pemasangan railling, terjadi peningkatan skor pada variable kemandirian sebesar 1,00 atau 25,00% dan kelegaan 2,69 (41,13%) dan secara statistik peningkatan tersebut sangat signifikan (p=0,000).
Dapat disimpulkan bahwa intervensi ergonomi berupa pemasangan railling kamar mandi pada Pusat Kegiatan Lansia, dapat meningkatkan kenyamanan lansia penggunanya. Pimpinan lembaga pengelola kegiatan lansia dan sejenisnya dianjurkan untuk dapat menerapkan cara-cara seperti hasil penelitian ini.

Download Naskah

Cek Tulisan Berikut

Manajemen Risiko Kelelahan : Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

Secara historis telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, meski tidak secara khusus untuk mengendalaikan kelelahan. …