Minggu , 19 November 2017
Beranda / Artikel / PERBAIKAN SARANA KAMAR MANDI MENINGKATKAN KENYAMANAN LANSIA DI PUSAT KEGIATAN LANSIA ‘AISYIYAH, SURAKARTA

PERBAIKAN SARANA KAMAR MANDI MENINGKATKAN KENYAMANAN LANSIA DI PUSAT KEGIATAN LANSIA ‘AISYIYAH, SURAKARTA

SOLICHUL HADI A. BAKRI

Program Magister Ergonomi – Fisiologi Kerja, Universitas Udayana
E-mail: shadibakri@uniba.ac.id

A B S T R A K

Perkembangan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia mengarah kepada gray population. Berdasarkan survey pendahuluan, ternyata ditemukan masalah-masalah yang menimpa lansia di daerah sekitar tempat tinggalnya, terutama pada daerah kamar mandi. Masalah-masalah ergonomi tersebut antara lain disebabkan karena ukuran fasilitas dan alat sanitair kamar mandi tidak sesuai dengan ukuran dan fungsi tubuh lansia pemakainya; pilihan bahan dan tata letak kamar mandi tidak mempertimbangkan batasan kemampuan lansia. Pada penelitian ini diteliti efek perbaikan penggunaan kamar mandi sebelum dan sesudah perbaikan.
Studi ergonomi ini dilakukan di Pusat Kegiatan Lansia ‘Aisyiyah Surakarta. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 13 wanita lansia dengan rentangan umur antara 64-79 tahun. Penelitian ini mempergunakan rancangan sama subjek (treatment by subjects). Perlakuan 1 (P1) yaitu lansia beraktivitas personal hiegyne pada kamar mandi setelah dilakukan perbaikan yang meliputi perbaikan handle pintu bergagang, kloset duduk, kran air bergagang dan pegangan tangan (railling). Sedangkan kelompok kontrol (P0) yaitu aktivitas lansia pada kamar mandi keadaan mula yaitu handle pintu berbentuk bulat, kloset jongkok, kran air berbentuk bulat dan dinding ruangan tanpa mempergunakan pegangan tangan. Variabel tergantung yang diteliti adalah kenyamanan lansia yang terdiri dari parameter kemandirian, kelegaan dan pengurangan waktu tempuh dalam penggunaan kamar mandi. Untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia, dipergunakan check list pengamatan dengan 2 skala likert pada observasi lapangan, foto dan rekaman closed-circuit TV. Untuk kelegaan dilakukan wawancara dengan kuesioner kelegaan 2 skala likert, sedang untuk pengurangan waktu tempuh diukur dengan jam henti dan data rekaman cc-TV. Selanjutnya seluruh data hasil penelitian diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov, sedang kemaknaan antara kedua perlakuan dengan uji t-paired pada tingkat kemaknaan ( = 0,05).
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: rerata skor kemandirian pada P0 sebesar 37,08 + 6,61, untuk kelegaan 36,15 + 5,23 dan pengurangan waktu tempuh 4,23 + 1,20 menit. Sedangkan pada P1 sebesar 45,62 + 5,79 pada kemandirian, 45,54 + 3,97 untuk kelegaan dan 3,25 + 0,71 menit untuk pengurangan waktu tempuh. Dengan dilakukannya perbaikan pada fasilitas kamar mandi, terjadi peningkatan skor pada variable kemandirian sebesar 8,54 atau 23,03%, kelegaan 9,39 (25,98%) dan pengurangan waktu tempuh 0,98 menit atau 23,17% dan secara statistik peningkatan tersebut signifikan (p=0,000).
Dapat disimpulkan bahwa intervensi ergonomi berupa perbaikan sarana kamar mandi pada Pusat Kegiatan Lansia, dapat meningkatkan kenyamanan lansia penggunanya. Pimpinan lembaga pengelola kegiatan lansia dan sejenisnya dianjurkan untuk dapat menerapkan cara-cara seperti dalam penelitian ini.

Download Naskah

Cek Tulisan Berikut

Manajemen Risiko Kelelahan : Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

Secara historis telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, meski tidak secara khusus untuk mengendalaikan kelelahan. …