Rabu , 20 September 2017
Beranda / Artikel / TROLLEY PENGANGKUT KURSI ANTROPOMETRIS MEMPERMUDAH PENGATURAN RUANGAN

TROLLEY PENGANGKUT KURSI ANTROPOMETRIS MEMPERMUDAH PENGATURAN RUANGAN

Oleh :
SOLICHUL HADI ACHMAD BAKRI

E-mail: shadibakri@uniba.ac.id

ABSTRAK

Aktivitas pelayanan pada institusi merupakan masalah yang penting dan harus mendapatkan perhatian. Usaha diarahkan pada pemenuhan dari manajemen untuk kepuasan konsumen. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menciptakan kondisi kerja yang memikirkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja, dengan tujuan peningkatkan efisiensi keja. Pada penelitian ini dilakukan analisis karakteristik penyebab kerugian yang menimpa pada pekerja maupun lingkungan kerja dengan cara membandingkan pekerja yang bekerja secara manual dan bekerja dengan menggunakan alat bantu kereta dorong/trolley. Trolley dirancang dengan mengacu pada ukuruan antropometri pekerja. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pengaturan kursi dengan manual berdampak pada keluhan yang dirasakan pekerja juga pihak manajemen; diantaranya adalah: pekerja merasakan NTB (nyeri tulang belakang), kursi cepat rusak, permukaan lantai ruang pelayanan tergores, rusak dan keluhan lainnya. Sedang dengan menggunakan alat bantu trolley, didapatkan keuntungan yang berarti yaitu meningkatnya efisiensi dan meringankan beban pekerja, mengurangi lecet pada lantai, kursi menjadi awet dan terjaminnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja. Untuk pengaturan ruangan dengan jarak agak jauh dari ruang simpan(>60m), menunjukkan beda waktu yang sangat signifikan (8,1%). Pengaturan fasilitas dengan jarak < 30m dari ruang simpan kursi, menunjukkan perbedaan waktu yang memadai (6,6%). Rancangan peralatan yang mendasarkan pada ukuran antropometri dan SHIP (systemic, holistic, interdisciplin & participatory) pada proses disain. Pada masa mendatang pendekatan tersebut sangat diperlukan bagi terciptanya lingkungan kerja yang ergonomis.

Kata kunci: K3, trolley, antropometri, ergonomis

 

Cek Tulisan Berikut

Manajemen Risiko Kelelahan : Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

Secara historis telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, meski tidak secara khusus untuk mengendalaikan kelelahan. …