Minggu , 19 November 2017
Beranda / Artikel / TELAAH SISTEM VENTILASI PADA BASEMENT UNTUK RUANG KERJA PERKANTORAN

TELAAH SISTEM VENTILASI PADA BASEMENT UNTUK RUANG KERJA PERKANTORAN

SOLICHUL HADI A. BAKRI & TARWAKA
Program Studi Ergonomi-Fisiologi Kerja Program Pascasarjana, Universitas Udayana
E-mail: shadibakri@uniba.ac.id

Abstrak

Peraturan tentang tinggi bangunan, keterbatasan lahan yang tersedia dan tuntutan kebutuhan ruangan, kadang mengharuskan seorang perancang untuk mendesain ‘basement’ bagi suatu fungsi bangunan yang optimal. Pilihan ini sering berdampak kepada tingginya biaya operasional baik langsung maupun tidak langsung. Hal tersebut disebabkan antara lain karena tidak memungkinkan untuk mengupayakan tata udara secara alamiah.
Survei dilakukan pada salah satu hotel di kawasan perhotelan Kuta. Survei awal dilakukan untuk mendapatkan data tentang kondisi ruang ‘basement’ serta sistem ventilasi yang digunakan. Di samping itu juga diberikan kuesioner tentang keluhan gangguan kesehatan kepada 12 karyawan sebagai sampel. Selanjutnya dilakukan pengukuran kualitas udara dalam ruangan yang meliputi parameter; O2, CO2, CO, formaldehid, partikel debu serta mikroklimat.
Hasil yang diperoleh dari observasi dan pengukuran adalah: 1) kurangnya suplai udara segar dengan AC-sentral kedalam ruangan menyebabkan suhu udara dirasakan panas oleh sebagian besar karyawan (91,7%), 2) suhu kering berkisar antara 27,6-29,0 oC, suhu basah antara 23-23,5 oC, kelembaban udara antara 68-77% dan kecepatan gerakan udara < 0,04 m/det., 3) kadar oksigen cukup rendah (18,5-20%), sedangkan kadar karbon dioksida tinggi (775-1200 ppm), 4) keluhan gangguan kesehatan yang dirasakan sebagian besar para karyawan meliputi badan mudah lemas, kepala pusing dan mudah mengantuk masing-masing 83,3%. Keluhan tersebut kemungkinan besar disebabkan karena rendahnya kualitas udara akibat sistem ventilasi yang tidak memenuhi standar.
Karena keterbatasan waktu dan tenaga, penelitian ini hanya pada tingkat observasi dan pengukuran awal. Mengingat pentingnya penataan kembali sistem ventilasi di ruang ‘basement’ tersebut, maka perlu segera ditindaklanjuti dengan perbaikan ventilasi yang lebih efektif dan efisien.

Kata Kunci : ‘Basement’, sistem ventilasi, kualitas udara, mikroklimat

 

Download Naskah

Cek Tulisan Berikut

Manajemen Risiko Kelelahan : Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

Secara historis telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, meski tidak secara khusus untuk mengendalaikan kelelahan. …